Selasa, 11 Februari 2014

Cara Melatih Konsentrasi Telekinesis

Teknik Melatih Konsentrasi Telekinesis Untuk Pemula
Tes Konsentrasi telekinesis ini berguna untuk mengetahui bahwa Anda sebenarnya bisa konsentrasi atau tidak (he..he..). Ini penting..! Baiklah sekarang saatnya praktek!

Siapkan benda sebagai obyek (bebas). Jika Anda bingung menentukan obyek, siapkan saja sebuah kertas A4 yang sudah diberi titik hitam dengan spidol. Dan Siapkan pula alarm Anda.


Langkah-langkah Konsentrasi Telekinesis




Sebelum memulainya, cobalah lepaskan semua ketegangan dan beban dalam diri anda, jernihkan pikiran anda dengan mengambil nafas panjang beberapa kali dan biarkan ketegangan dan beban anda keluar bersama hembusan nafas. Anda bisa melakukannya dengan duduk dengan nyaman dikursi dan menghadap meja. Taruh obyek lurus dengan mata anda atau jika anda menggunakan titik hitam dikertas, anda bisa menempelkannya di dinding depan anda. Sebaiknya anda berlatih ditempat yang tenang dan nyaman. (Penulis: “dan jangan lupa berdoa”)

Pandanglah sebuah obyek dengan santai dan usahakan tetap fokus (dengan tidak menegangkan otot mata) pada obyek tersebut tanpa dipengaruhi oleh pikiran anda. Jangan biarkan pikiran mengganggu konsentrasi anda terhadap obyek. Apabila pikiran anda mulai memikirkan hal lain, bawalah kembali fokus ke obyek tersebut.


Latihan ini kedengarannya mudah, tetapi kebanyakan orang tidak mampu bertahan selama satu menit pada praktek pertamanya. Banyak yang melamun, dan pikiran melayang entah kemana (Penulis: “jangan malah keasyikan melamun, terus membayangkan jadi superman lho ya.. he..he..). Target yang harus anda capai adalah tetap fokus selama 5 menit. Anda akan mendapatkan hasil yang lebih baik jika mampu meningkatkannya sampai 10 hingga 15 menit.


Ketika sudah fokus beberapa lama, mungkin sebagian dari anda mulai merasakan keanehan. mungkin anda merasa obyek jadi buram atau berubah menjadi kuning menyala atau mungkin obyek menjadi samar bahkan hilang kemudian muncul lainnya dan lain sebagainya. Setiap individu mengalami pengalaman yang berbeda tergantung dari karakter tubuh mereka sendiri. Jadi, janganlah bingung atau berhenti karena perubahan tersebut. Perubahan tersebut menandakan anda hampir berhasil dalam latihan. Ikuti saja apa yang anda lihat dan rasakan sampai alarm anda berbunyi pertanda waktu 10 atau 15 menit sudah selesai. Mungkin anda belum bisa merasakan energi pikiran, tetapi efeknya sudah bisa anda rasakan.


Perlu diingat! Bahwa bagian otak anda yang mengendalikan telekinesis masih belum aktif dan perlu dilatih. Otak adalah otot. Sebagaimana otot, dia akan lebih kuat bila dilatih. Jadi, rahasia mengembangkan telekinesis adalah melatih dan mengaktifkan otot tersebut.


Apabila anda sudah berhasil dalam tutorial diatas, maka sudah saatnya anda melakukan
tes awal telekinesis, untuk membuktikan bahwa anda Superman (berbakat) atau manusia biasa.

Cara Melakukan Telekinesis

Panduan Cara Melakukan Telekinesis
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan telekinesis, mulai dari memakai tangan, fokus pada pandangan mata dan lainnya. Dalam kesempatan ini penulis hanya berbagi 2 cara melakukan telekinesis yang biasa dilakukan penulis yaitu; visualisasi dan penggabungan energi. Namun perlu diketahui bahwa keberhasilan tergantung dari individu masing-masing. 

Cara Melakukan Telekinesis Dengan Visualisasi

Teknik Visualisasi adalah  dengan membayangkan atau mengandaikan sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan dengan yakin dan terus-menerus, tanpa khawatir akan hasil yang terjadi.

Ketika penulis belajar menggerakkan kepingan CD yang tergantung, dia membayangkan benda itu bergerak ke kanan. Setelah sekian lama, CD tesebut tidak juga bergerak.


Kemudian dia mencoba lagi tetapi dengan santai dan tidak terpengaruh pikiran lainnya (konsentrasi) serta tidak peduli itu nanti bergerak atau tidak. Dia hanya terus membayangkan benda itu bergerak seperti keinginannya dan menikmati apa yang dia fokuskan. Tiba-tiba CD tersebut bergoyang sedikit, dan penulis kaget. Ketika dia kaget, konsentrasinya buyar dan CD itu terdiam lagi.

Ketika dia mencoba lagi dengan lebih rileks lagi dan membayangkan benda itu bergerak karena kekuatan pikirannya, CD tersebut bergoyang lebih kencang dan kemudian bergerak sesuai dengan keinginannya. Penulis berusaha mempertahankan konsentrasinya dan menikmati hal tersebut, dan ternyata benda tersebut berputar semakin cepat.


Dari pengalaman diatas ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan yaitu fokus/konsentrasi, ketenangan, tanpa beban pikiran akan hasil yang dicapai (Ikhlas). Seperti dalam kehidupan sehari-hari, bila kita menginginkan sesuatu, kita akan memiliki semangat yang tinggi. Kemudian semangat itu seolah-olah menggerakkan semua bagian tubuh kita untuk mendapatkan yang kita inginkan. Semangat dan keyakinan sering kali menimbulkan kekuatan yang kita sendiri tidak mampu menjelaskannya.

Cara Melakukan Telekinesis Dengan Energi

Teknik Penggabungan Energi ini menurut penulis adalah cara melakukan telekinesis yang paling baik. Teknik ini menggabungan energi dalam tubuh kita kemudian disatukan energi benda yang akan kita pengaruhi sehingga ada hubungan batin antara tubuh dengan benda tersebut yang kemudian mempengaruhinya.

Sebelum menggunakan
cara ini dalam telekinesis, sangat penting untuk belajar mengenali energi dalam diri sendiri dulu. Caranya adalah berusaha menenangkan diri sebaik mungkin, dan berusaha untuk mendengarkan tubuh kita. Maksudnya adalah mendengarkan apa yang dilakukan tubuh kita ketika tenang. Dalam keadaan tenang, maka kita akan dapat mendengar detak jantung, hawa atau angin yang menyentuh kulit, dan rasa tertentu pada tubuh kita, hingga akhirnya mampu merasakan energi (sesuatu yang kita rasakan ketika tenang) yang menyelimuti tubuh kita. Ketika sering melakukan ini, tentunya kita akan mengenal energi kita sendiri dan mampu membedakan dengan energi yang lain.

Setelah mampu mengenal energi diri kita, maka perlu mengenal energi yang lain, misalnya adalah obyek yang akan dipengaruhi. Salah satu caranya adalah dengan merasakan pengaruh obyek tersebut terhadap diri anda tanpa kontak langsung. Sebenarnya kita sering merasakan energi-energi lain diluar tubuh kita, hanya saja kita tidak menyadarinya.


Gambarannya seperti ketika seseorang melihat ulat, dia sudah merasakan gatalnya padahal belum menyentuhnya. Kemudian ketika seseorang melihat pedang tajam, dia sudah merasakan kengeriannya. Bisa dikatakan bahwa sebenarnya orang tersebut telah merasakan energi. Namun hanya terbatas pada sesuatu yang memiliki keistimewaan dengan dirinya.


Setelah mengenal energi diri dan obyek, maka tinggal menggabungkan energi-energi tersebut. Caranya adalah merasakan kedua energi dalam tubuh kita. Rasakan energi tubuh kemudian rasakan energi obyek. Kemudian teruskan keinginan pada energi tubuh dan salurkan pada energi yang diterima. Apakah itu mudah? jelas tidak! Butuh waktu dan kesabaran! (Tapi jangan kuatir.. nanti ada latihannya kok..! he..he.. serius amat?!)

Apakah Telekinesis itu Nyata?

Telekinesis itu Nyata!

Telekinesis masih kontroversial keberadaannya dan masih banyak perdebatan tentang hal tersebut. Banyak orang yang mengaku mampu melakukan telekinesis, tetapi karena tidak ada penjelasan ilmiahnya sehingga sebagian besar orang menilai bahwa telekinesis maupun psychokinesis itu adalah omong kosong belaka.

Penulis menganggap itu wajar, karena penelitian tentang
telekinesis secara ilmiah memang belum diakui kecuali oleh beberapa golongan saja. Sedangkan yang namanya pendapat atau opini, itu bebas dan sah-sah saja. Ada yang mencoba menjelaskan secara ilmiah seperti di telekinesis.50megs.com/. Tetapi kebanyakan menganggap bahwa: telekinesis itu tidak ada, telekinesis itu hanyalah trik, telekinesis itu syirik, telekinesis itu kelainan jiwa! (waduh.. Kezam!)


Berikut ini adalah beberapa orang yang berhasil membuktikan dan percaya bahwa telekinesis itu ada.



  1. Ingo Swann, Seorang paranormal yang pernah melakukan percobaan di ruang bawah tanah Varian Physics Building di Stanford University. Tujuan dari percobaannya adalah apakah dia mampu mempengaruhi medan magnet. Hasilnya adalah dia gagal mematikan sebuah magnet, tetapi terbukti dia mampu mempengaruhi medan magnet tersebut.
  2. Michael Crichton, seorang penulis Novel Jurrasic Park dari Amerika mengklaim kalau ia pernah berhasil membengkokkan sendok dengan pikirannya dalam sebuah "Pesta membengkokkan sendok". Namun ia tak dapat menjelaskan mengapa itu bisa terjadi.
  3. Robert M. Schoch PhD, seorang profesor dari Boston University juga percaya dengan keberadaan kemampuan ini. Ia berkata bahwa ia pernah melihat sebuah buku meloncat dari raknya ketika ia sedang berada di sebuah ruangan yang bersama seorang ahli telekinesis wanita.
  4. Nina Kulagina, seorang paranormal kebangsaan Sovyet Pada tahun 1960an, yang membuktikannya lewat film hitam putih yang menunjukkan dia menggerakan sebuah objek tanpa menyentuhnya.

Selain mereka, mungkin banyak orang mampu menggerakkan benda tanpa menyentuhnya. Tapi menurut penulis tidak semua mampu melakukan telekinesis.

Ada 3 kemungkinan orang dapat melakukan telekinesis


Pertama, dia menggunakan trik atau tipuan untuk mengelabuhi orang bahwa dia melakukan telekinesis. Sebagai contoh penulis pernah melihat video dimana seseorang meletakkan tangannya diatas bolpoin kemudian tanpa menyentuhnya bolpoin itu bergerak.. Ternyata dia menggunakan magnet di batu cincinnya, dan bolpoin itu sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga ketika tangan mendekat, bolpoin tersebut langsung bergerak. (Anda juga bisa menirunya). Parahnya lagi, orang semakin yakin bahwa telekinesis itu hanyalah trik adalah ketika Uri Geller, seseorang yang dikenal ahli telekinesis ketahuan menggunakan trik atau tipuan dalam pertunjukkannya.


Mungkin ahli telekinesis itu sebenarnya mampu melakukan telekinesis, namun ketika acara pertunjukkan, energinya tidak siap sehingga dia menggunakan RENCANA B, yaitu tipuan demi harga diri atau uang.



Energi telekinesis, apabila tidak sering dilatih juga akan hilang. (Penulis mengalaminya sendiri ketika sibuk dengan urusan kantor dan tidak sempat berlatih)


Kedua, menggunakan energi diluar tubuhnya. Yaitu energi yang dihasilkan makhluk halus atau jin. Yang penulis pahami bahwa kaum jin telah diciptakan jauh sebelum manusia. Dan untuk urusan telekinesis, penulis beranggapan banyak jin yang telah menguasainya lebih dahulu untuk kepentingan tertentu (contoh; menakut-nakuti). Kemudian, banyak diantara manusia meminta bantuan makhluk halus untuk dapat mempengaruhi benda-benda tanpa menyentuhnya, dengan perniagaan/perjanjian tertentu (ini termasuk kategori syirik dalam Islam). Kalau telekinesis jenis seperti ini, tidak beda dengan cara mematikan kompor gas dari kamar mandi. Tinggal teriak, “Mboooook!!! Tolong matiin kompor gasnya!!! (Beres kan? he..he..) Selanjutnya, bagaimana benda-benda tersebut itu bisa bergerak? Mungkin jin itu yang melakukan telekinesis atau jin tersebut mempengaruhi syaraf manusia untuk dapat melakukan telekinesis.


Ketiga, menggunakan kekuatan pikiran sendiri. Manusia adalah makhluk yang diciptakan paling sempurna daripada makhluk lain. Kesempurnaan manusia dibuktikan dengan penelitian ilmiah (sudah seharusnya manusia bersyukur). Sampai sekarang, penelitian tentang manusia belum dan mungkin tak akan pernah selesai. Masih banyak kehebatan dalam diri manusia yang belum mampu dijelaskan secara logika. Telekinesis mungkin adalah salah satunya.



Beberapa orang mempelajari
telekinesis dengan latihan tanpa trik dan tanpa meminta bantuan dari makhluk lain kemudian ada yang berhasil. Inilah yang penulis sebut telekinesis yang sebenarnya. Tetapi mereka kalau ditanya rumus fisika atau kimianya, pasti banyak yang pusing (termasuk penulis). Berbeda jika pertanyaannya, “Bagaimana cara melatihnya?” pasti banyak yang bisa. (mereka akan menjawab serempak, “Baca aja ebook ini, tutorialnya mudah, penulisnya baik hati, tidak sombong dan gemar menabung! (he..he..) … dan sering kumat..(lho!)

Sejarah Telekinesis

Sejarah Telekinesis - Latar Belakang Telekinesis
     Telekinesis adalah suatu kemampuan untuk mempengaruhi benda dengan kekuatan pikiran. Istilah Telekinesis muncul tahun 1890 yang dicetuskan oleh peneliti dari Rusia bernama Alexander N. Aksakof dari bahasa yunani tele dan kinesis. Tele berarti jauh dan kinesis berarti pergerakkan. Arti sebenarnya dari telekinesis adalah suatu pergerakan benda atau obyek dari jauh yang dilakukan atau dipengaruhi oleh makhluk halus. Pada awal tahun 1900-an istilah telekinesis disalahgunakan dan mendapat reputasi buruk karena berkaitan dengan dunia mistis. Setelah itu muncul istilah Psychokinesis yang ditulis Henry Holt dalam Bukunya On the Cosmic Relations pada tahun 1914. Istilah itu yang kemudian dipakai oleh temannya J. B. Rhine, seorang ahli jiwa dari Amerika pada tahun 1934 dalam sebuah penelitian untuk mengetahui bahwa seseorang mampu mempengaruhi hasil yang keluar dalam pelemparan dadu.

Beberapa kalangan

cenderung menggunakan istilah psychokinesis untuk mengacu pada berbagai macam kemampuan pikiran; seperti menggerakkan benda, melunakkan logam, mengendalikan magnetism, mengontrol partikel cahaya, menghilangkan rasa sakit dan lain-lain. Sedangkan istilah telekinesis hanya mengacu pada pergerakan benda dengan kekuatan pikiran seperti bergerak, bergetar, bergoyang, berputar, pecah, serta menimbulkan panas atau dingin suatu obyek dengan cara mempercepat atau memperlambat gerakan atom dari obyek tersebut. Psychokinesis biasa disingkat PK dan telekinesis disingkat TK. Sedangkan istilah Micro PK adalah psychokinesis untuk hal-hal kecil seperti mempengaruhi atom dan Makro PK adalah psychokinesis untuk hal-hal besar seperti membengkokkan logam dan lain sebagainya.

Di jaman sekarang, sebagian besar orang menggunakan istilah psychokinesis dan telekinesis cenderung sama yaitu mempengaruhi obyek dengan kekuatan mental tanpa menyentuhnya secara fisik.